Only Yes [Chapter 11&12]

Title                 : Only Yes [Chapter 11(She’s Back)&Chapter 12(Press Conference]

Genre              : Romance, Friendship, Entertaiment, etc.

Length             : Chapter(Series)

Main Cast        :

  • Xi Luhan
  • Kim Hyeri (OC)
  • Lee Hyera (OC)
  • Kim Chery
  • Kim Taeyeon

She’s Back

3 Tahun kemudian…

Luhan melangkahkan kakinya keluar dari toko kaset. Ia baru saja membeli album baru orang yang sempat mencintainya. Kim Taeyeon.

“Bagaimana? Kau mendapatkannya?” tanya seorang yeoja, yang tak lain adalah Chery.

Semenjak kepergian Taeyeon dan kejadian hari itu, Luhan jadi lebih sering menemui, bahkan bepergian dengan Chery. Entah apa yang membuatnya berubah seperti itu, tapi yang jelas Hyera benar-benar dilupakannya.

“Aku mendapatkannya. Jadi, sebaiknya sekarang kita pergi dan melihat isinya.” Jawab Luhan.

Keduanya –Luhan dan Chery pun masuk ke dalam mobil yang berada tidak jauh dari tempat mereka. Dan tanpa lama berfikir, Luhan pun sudah menyalakan mesin mobil tersebut dan mengendarainya menjauh dari toko kaset tadi.

“Apa di mobilmu kaset ini tidak bisa di nyalakan?” tanya Chery yang sekarang berada di dalam mobil Luhan.

“Tentu saja bisa. Tapi, kita tidak bisa melihat gambarnya.” Chery mengangguk mengerti mendengar jawaban Luhan. “Maksudku video clip nya” ubah Luhan yang lagi-lagi mendapat anggukan dari Chery.

Setelah itu, keadaan di dalam mobil Luhan benar-benar hening. Tidak ada yang memulai bicara sampai akhirnya Luhan berusaha menyingkirkan ke canggungan di antaranya dan Chery. Luhan, menyalakan radio di mobilnya. Dan ia, bahkan memutarkan saluran Amerika.

“Jadi, sekarang kau lebih sering mendengar kabar dari radio dibandingkan dengan tv atau internet?” tanya Chery.

Luhan tersenyum kecil, sebelum akhirnya berkata “Menurutku, di radio  aku bisa mengetahui apapun yang ia lakukan di sana tanpa harus pulang ke rumah.”

“Apa maksudmu?” tanya Chery tidak mengerti dengan maksud Luhan.

“Aku bisa mendapat kabar tentang Taeyeon, ketika aku sedang berada di manapun.” Jelas Luhan. “Itu kelebihan radio menurutku.”

“Tapi seperti apa yang katakan tadi, kau tidak bisa melihatnya bukan?”

“Aku tidak terlalu menginginkan semua darinya. Mendengar suaranya saja sudah cukup untukku.”

“Ya, memang seperti itu. Suaranya-“

“Seperti seorang malaikat bukan?”

“Tentu saja. Karna dia sahabatku.”

Luhan tertawa kecil  menanggapi kepercayadirian Chery. Baginya, sudah biasa melihat Chery yang selalu membanggakan dirinya sendiri. Padahal, kalau di bilang seharusnya Luhan yang lebih bangga akan dirinya.

Hey, para pendengar setia radio saluran Amerika yang berada di Korea! Berbanggalah, karna hanya 3 minggu lagi kalian akan kedatangan tamu yang kalian nanti-nanti. Dengan kepulangannya dan kemampuan yang berbeda. Kim Taeyeon dan Tiffany Hwang akan berbagi kebahagiaan lewat konsernya di Korea 3 minggu mendatang. Jadi, untuk kalian yang merupakan fans mereka… jangan lewatkan! Anyeong

“Kau dengar namanya?” tanya Chery memastikan.

“Aku dengar, Kim Taeyeon dan Tiffany Hwang bukan?” Luhan tersenyum. “Dia kembali.”

Chery sedikit tersentak mendengarnya. Menurutnya, ekspresi yang di berikan Luhan bernar-benar berbeda dengan ekspresi namja-namja lainnya. Kalau biasanya, seorang namja terkejut dengan kepulangan seseorang yang sudah menjadi masa lalunya, Luhan justru bersikap santai dan menganggapnya sebagai angin lewat yang akan terus menghantuinya.

“Apa kau mau menonton konser itu?” tanya Chery seraya menatap Luhan dalam.

“Aku tidak tau. Tapi, mungkin iya.” Jawab Luhan santai.

“Kenapa kau mau menontonnya?” Luhan menatap balas Chery sekilas.

“Karna aku mau memperbaiki semuanya. Dan lagipula, aku memang sudah menunggu semua ini. Aku menunggunya kembali, bukan takut akan kedatangannya lagi.”

‘Jadi ini alasan mengenai reaksinya tadi. Pantas saja, ia terlihat begitu santai’ batin Chery.

~~~~~

“Hyera!”

“Hye-ra!”

“Lee Hyera!”

“Yak! Lee Hyera!”

“Jawab aku Lee Hyera!”

“Ada apa eonnie?” tanya Hyera bermalas-malasan. Sebenarnya tadi Hyera benar-benar tidak mendengarnya.  Benda itu mengganjal telinganya, bahkan sampai membuatnya merasa mengantuk. Benda itu –earphone, adalah hadiah yang ia dapatkan dari eommanya 3 bulan yang lalu. Tepat, saat hari ulangtahunnya. Entah apa alasan eomma memberinya benda itu, tapi yang pasti benda itu mengingatkannya pada seseorang yang sudah tidak pernah menemuinya lagi 3 tahun belakangan ini.

Hyera sudah memutuskan untuk melupakan semuanya, sebaiknya memang jangan di ingat terus-menerus. Ia tidak mau kejadian itu merusak semua yang ia punya sekarang ini. Sudah cukup rasanya melihat seseorang yang sangat kau sayangi pergi meninggalkanmu hanya untuk seorang namja. Dan, itu rasanya menyakitkan.

“Baekhyun menunggumu di taman belakang!” teriak eonnienya lagi –entah untuk yang keberapa kalinya.

Perlahan tapi pasti, kakinya melangkah menuruni anak-anak tangga di rumahnya. Malas sekali rasanya bertemu Baekhyun di hari Minggu seperti ini. Memang seharusnya ia lebih sering menemuinya, tapi mengingat ini hari Minggu, ia mengira bukankah lebih baik kalau ia beristirahat tanpa ada yang mengganggu? Ah tidak, yeoja macam apa ia ini.

“Ada apa Baekhyun?” tanya Hyera setelah sampai di taman belakang rumahnya. Tempat dimana Luhan menyatakan perasaannya, dan tempat dimana Hyeri atau Taeyeon mulai membencinya.

Baekhyun tersenyum menatapnya. Ya, ia memang terlalu sering tersenyum untuk menambah kesan masih di wajahnya itu. “Aku ingin mengajakmu keluar. Bagaimana?”

“Aku menolak.” Jawab Hyera tegas. “Aku ingin menikmati kasurku, jadi jangan menggangguku.”

Senyumnya menghilang. Bahkan lebih dari menghilang, mungkin lebih tepatnya sekarang wajahnya benar-benar terlihat dingin. Dan, tatapannya terlihat seperti seseorang yang sedang mengancam.

“Kau tau bukan ini hari apa?” tanya Hyera berusaha menyangkal dari  tatapannya. “Ini Minggu. Dan ini hariku.” Sambung Hyera tak kalah tajam.

“Maksudmu harimu dan Luhan?”

Deg

Apa maksud ucapannya tadi? Apa ia benar-benar marah padaku? Tapi, ini bukan yang pertama kalinya aku menolak permintaannya. Bahkan, minggu kemarin aku juga menolaknya. Tapi, reaksinya berbeda. Ada apa dengannya?

“Baiklah, kalau Minggu ini kau menolaknya. Tapi, minggu depan dan seterusnya kau harus mau ikut denganku. Atau, aku beritahu semua tentang perasaanmu pada Luhan dulu.”

Hah, selalu seperti ini. Mengancamku dengan kalimat yang sama.

“Apa kau fikir ini lucu?”

“Tidak. Aku selalu serius dengan perkataanku.”

“Kalau begitu pulanglah.”

“Kau mengusirku?”

“Tidak.”

“Lalu apa maksud ucapanmu tadi?”

“Aku hanya ingin kau pulang sekarang.”

“Itu artinya kau mengusirku.”

“Terserah kau”

Hening. Tak ada yang bicara. Baekhyun terus menatap Hyera tajam, tapi Hyera? Tentu saja mengabaikannya dan menunggunya berjalan meninggalkan taman belakang rumah ini.

Tapi, sudah hampir 10 menit berlalu, Baekhyun masih saja menatap Hyera tajam. Hanya feeling nya saja atau memang Baekhyun benar-benar marah padanya? Memangnya apa salahnya sampai Baekhyun menatapnya selama 10 menit lebih?

Hyera tarik nafasnya panjang sebelum akhirnya memulai percakapan lagi dengannya. “Baiklah Baekhyun. Apa yang kau lihat?”

“Aku melihatmu.” Jawabnya cepat dengan tatapan yang masih menatap Hyera tajam.

“Hentikan itu. Kau melihatku seperti sedang melihat seekor mangsa di depanmu.”

“Aku memang sedang lapar saat ini.”

Hyera menghela nafasnya lagi. Sejak kapan Baekhyun jadi semarah ini? dan, apa sebabnya?

“Sudahlah, sebaiknya kau pulang sekarang. Aku akan meninggalkanmu di sini.” Kata Hyera seraya berjalan menjauhinya.

Ia –Baekhyun, sama sekali tak bergeming di tempatnya. Yang ia lakukan hanya berdiri tanpa mengatakan apapun. Hyera memang tidak tau apa yang sedang di fikirkannya saat ini. tapi, Hyera merasa Baekhyun benar-benar marah padanya, meskipun ia sendiri tidak menyadari kesalahan apa yang ia perbuat padanya.

Tepat, sebelum Hyera menggerakkan kakinya menaiki tangga. Ia melihat Luhan yang juga sedang berada di atas tangga. Tapi, berbeda, ia menuruni tangga dan Hyera menaikinya. Sampai sekarang semuanya masih sama, tidak ada kemajuan dengan hubungannya dan Luhan. Bahkan untuk menegurnya pun hanya di lakukan di saat-saat tertentu saja.

Ia –Luhan, dengan shena di tangannya dan sebuah kotak kecil dan tipis di tangan yanglainnya, berjalan melewati Hyera begitu saja. Tidak ada satu katapun yang kami berdua saling lontarkan. Dan, tidak bisa dipungkiri memang, Hyera merindukan sosok Luhan yang dulu. Yang selalu mengganggu dan mengajaknya berdebat mengenai Hyeri.

Tapi, sepertinya semua itu hanya mimpi Hyera saja. Luhan bahkan tidak pernah menanyakan hubungannya dengan Baekhyun, seharusnya kalau memang benar Luhan mencintainya, dia pasti marah dengan hal ini. Bodoh sekali ia ini, memikirkan hal yang seharusnya sudah ia lupakan.

Ah, Baekhyun.

Dia memang bukan namjachingu Hyera. Tapi, berada di sisinya terkadang membuatnya merasa nyaman. Dan bisa di bilang, secara tidak langsung keberadaan Baekhyun membantu Hyera melupakan masa lalunya.

Satu pesan Hyera untuk Hyeri ataupun Taeyeon, Ku harap ia bahagia dengan kehidupannya sekarang.

~~~~~

 

Press Conference

3 minggu kemudian…

“Apa kau sudah melihat video kedatangan Taeyeon dan Tiffany ke Korea?”

Luhan menggeleng mendengarnya, video kedatangan? Paling-paling dari penggemar mereka.

“Ini bukan dari penggemar, tapi memang mereka sendiri yang membuatnya.” Ucap Chery, membaca fikiran Luhan.

“Seperti apa bentuknya?” tanya Luhan pada akhirnya.

“Kau tau lagu Romantic St? Ini juga salah satu lagu terbaru Girls’ Generation.”

“Aku tau, memangnya ada apa dengan lagu itu?” tanya Luhan penasaran.

“Mereka membuat video clip lagu itu dengan tema kedatangan mereka ke Korea.”

“Tapikan mereka hanya berdua?”

“Tentu saja, bukankah itu romantis?”

“Kau fikir mereka apa?” Luhan tertawa kecil mengatakannya. “Mereka sesama yeoja kau tau?”

“Aku tau.” Jawab Chery. “Setidaknya, kau bayangkan kalau kau ada di posisi Tiffany saat ini. kau pasti sangat bahagia.”

“Sudah pasti” jawab Luhan cepat dan penuh keyakinan.  “Tapi, ku rasa hal itu mustahil.”

“Jangan banyak bicara, sebaiknya kau lihat dulu seperti apa video kedatangan mereka itu. Siapa tau, ia masih mengingatmu.” Ucap Chery seraya menyerahkan Ipodnya. Tanpa harus repot-repot mencari, layar Ipod itu sudah menampilkan dua orang yeoja, yang sama-sama tersenyum ke arah kamera tersebut.

Inikan video, jadi tidak mungkin hanya ada satu gambar. Jari Luhan menekan layar Ipod sekali, dan benar saja, setelahnya muncul beberpa icon lainnya yang berbenduk tanda panah. Luhan mengerti, dan tidak perlu berfikir keras untuk memutar video tersebut. Dan dengan satu sentuhan, musik pun mengalir dari Ipod tersebut, sebagai backround foto dua orang yeoja tadi dan berubah menjadi sebuah video manis yang menampilkan secara bergantian dua yeoja tadi.

Eoneu sae bujjeok manhajim saramdul
Moreun cheok naege gakkai on neonun
Nae du bore nae gwitgae nae ipsure whisper
I eumage bulbit soge geudaen mameul ppaetgyeo

Heorakdo eobsi yegodo eobsi oh neon
sumgiryeo haedo gamchuryeo haedo oh nan

Shine garodeung bit arae
Ttaseuhan neoui geu koteu soge
Angyeo neoui sumsori deurellae
O yeonghwacheoreom

Shine uril bichuneun special night
Jamdeulji anneun i geori soge
Oneul bam neowa hamkke georeullae
My love

………………

Video yang sedang ia tonton ini menampilkan sikap dua yeoja tersebut terhadap para penggemarnya dan juga kebahagiaan yang terjadi di antara keduanya. Terkadang, video Tiffany yang muncul. Dan terkadang juga, Taeyeon muncul dengan kebiasaannya.  Tapi, tak jarang juga mereka berdua muncul secara bersamaan dengan tingkah yang bisa di bilang kekanak-kanakan.

Dan tepat pada bagian terakhir, mataku menangkap sosok Seohyun yang sedang terduduk di belakang Taeyeon. Sebenarnya hanya Taeyeon dan Tiffany atau memang Seohyun juga ikut hadir dalam konser itu?

“Bagaimana?” Chery menyadarkannya.

“Hebat.” Kata Luhan singkat. “Mereka berdua terlihat sangat cantik.”

“Bukan itu maksudku.” Chery menghela nafasnya sejenak. “Bagaimana, bagaimana dengan sifat Taeyeon di video itu? Apa menurutmu dia terlihat seperti seorang Taeyeon? Atau dia masih tetap menjadi seorang Hyeri?”

Luhan tersenyum. Entah apa yang membuatnya ingin tersenyum, tapi ia rasa pertanyaan Chery tadi membuatnya sedikit merasa lega.

“Bagaimana?” tanya Chery sekali lagi yang sukses mengejutkannya.

“Sifatnya tidak akan berubah Chery-ah, dia akan tetap menjadi Hyeri yang dulu. Meskipun sekarang namanya Kim Taeyeon.” Jawab Luhan puas.

Luhan melihat Chery juga tersenyum mendengar jawabannya, mungkin dia merasa puas mendengarnya. Sama sepertinya, Luhan yakin Taeyeon masih tetap sama seperti dulu.

Setelahnya hening. Tak ada yang membuka suara di antara kami. Chery sibuk dengan Ipodnya dan Luhan sibuk dengan kaset yang 3 minggu lalu ia beli. Sekedar menghibur, ia memainkan kaset itu dengan volume yang cukup keras. Tidak perlu khawatir kalau ada yang memarahinya akan hal ini, karna sekarang aku berada di apartemen Taeyeon. Dan di sini, tidak ada yang bisa mendengar suara dari dalam apartemen Taeyeon kecuali orang yang memang berada di dalamnya, yaitu dirinya dan Chery.

Tak perlu waktu lama, Luhan melihat Chery yang sudah terbawa suasana, ya meskipun masih dengan Ipod yang setia berada di tangannya. Mulutnya terbuka mengikuti suara musik yang disetelnya tadi. Bahkan sekarang tubuhnya sudah bergerak-gerak tidak jelas. Entah mengikuti dance lagu itu atau hanya sekedar bergerak mengikuti irama. Entahlah.

“Luhan! Cepat matikan!” teriaknya di sela-sela kegiatannya.

“Ada apa?” tanya Luhan seraya mematikan musik. “Apa ada yang protes?”

“Ganti dengan saluran tv nomor 12! Mereka sedang mengadakan pressconference!”

Apa katanya tadi? Pressconference? Siapa? Taeyeon dan Tiffany?

Dengan cepat tangan Luhan meraih remote control yang berada tepat di sebelah layar tv tersebut. Dan dengan dua sentuhan di remote itu, layar tv yang berukuran sedang itu pun menampilkan dua orang yeoja yang sangat terkenal.

Kim Taayeon.

Yeoja itu menggunakan sebuah minidress cantik yang sangat cocok di tubuhnya. Minidress berwarna putih itu tampak cocok dan menyatuh dengan kulit bening miliknya. Di tambah dengan beberapa manik-manik dan sebuah pita putih menyangkut di kepalanya, benar-benar menambah kesan cantik dan membantunya memperlihatkan siapa dirinya.

Sedangkan yeoja di sebelahnya, mengenakan minidress yang tidak berbeda jauh dengan yeoja sebelumnya. Perbedaannya hanya terletak pada warna minidress yang ia gunakan, juga dengan rambutnya yang di gerai tanpa menggunakan apapun.

“Bukankah Taeyeon terlihat sangat cantik?”

“Sangat.”

(Italic=presscon – normal=Luhan’s mind)

“Pertanyaan ketiga untuk Kim Taeyeon.”

Apa? sudah pertanyaan ketiga? Kalau begitu itu tandanya aku melewati dua pertanyaan sebelumnya? Ah, bodoh sekali aku ini!

“Tiffany bilang, ia membuat video clip semalat datang dengan alasan karna memang ini adalah kesempatan pertamanya datang ke Korea. Sedangkan kau, apa alasanmu?” tanya mc.

Taeyeon tampak berfikir sejenak. Ia menjawab dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya. “Ah, aku membuat video clip itu karna ini pertama kalinya aku kembali ke Korea sebagai seorang Kim Taeyeon.”

“Wah, kalau begitu kau harus berhati-hati mulai sekarang.” Seru si mc.

“Dan pertanyaan selanjutnya, masih untuk Kim Taeyeon.”

“Ku dengar, sebelumnya Tiffany pernah bilang kalau selama kau di Korea, kau tidak ingin ada yang mengganggumu sewaktu berkencan. Benarkah? Dengan siapa kau berkencan? Kenapa tidak memberi kabar kalau kau sudah mempunyai namjachingu di Korea?” tanya si mc sekaligus mengajaknya bercanda.

“M-mwo?” jawab Taeyeon terbelalak. “Itu tidak benar. Aku di Korea sebelumnya benar-benar untuk belajar. Tidak untuk berkencan.” Elah Taeyeon cepat.

Keduanya –mc dan Tiffany, tertawa melihat sikap Taeyeon yang terlihat seperti salah tingkah.

Andai mereka tau, Taeyeon di sini karna cintanya untukku. Tapi itu dulu, jauh sebelum aku menyakitinya, jauh sebelum aku membiarkannya pergi meninggalkanku, dan jauh sebelum aku mengetahui identitas aslinya.

“Selanjutnya untuk siapapun di antara kalian berdua.” Kata mc, “Aku melihat seorang Seo Joo Hyun di video clip selamat datang kalian. Lalu, dimana dia sekarang?”

Ah iya benar! Seo Joo Hyun!

Taeyeon dan Tiffany saling memandang, pandangan mereka terlihat seperti pandangan yang menanyakan siapa-yang-akan-menjawab-pertanyaan-mc-tersebut. Tak sampai semenit, Tiffany pun mengangkat micnya dan mulai bicara.

“Seohyun, dia memang ikut kami ke sini. Sekarang, ia ada di backstage.” Jawab Tiffany.

“Jadi, dia ada di Korea juga? Apa ia akan ikut menyanyi bersama kalian di konser nanti?”

“Untuk itu kami belum bisa memastikan, karna Seohyun juga sudah mempunyai jadwal lain yang menunggunya. Jadi, kami tidak bisa memastikan.” Jelas Taeyeon.

“Hanya sekedar lewatkah di Korea?” suara Chery mengalihkan Luhan.

“Salah. Hanya sekedar lewat di video clip selamat datang itu.” Katanya memperbaiki perkataan Chery. Sedangkan Chery hanya menganggukan kepalanya, mengerti.

“Masih dengan pertanyaan yang akan di jawab oleh salah satu dari kalian.”

“Kalian akan melakukan promosi di Korea bukan? Sampai kapan dan dimana kalian tinggal nantinya?” tanya mc. “Apa kalian akan tinggal di sebuah dorm?”

Dengan cepat Taeyeon menjawab pertanyaan mc tersebut. “Mungkin 1 atau 2 bulan ke depan. Tapi, kami belum bisa memastikan karna kami masih harus menunggu kepastian dari pihak SM di Amerika. Dan untuk dorm, kami masih belum menggunakannya.”

Jadi ia tidak akan pulang begitu saja? Ia akan tinggal di Korea untuk beberapa bulan ke depan ini? Ah, benar-benar kabar baik.

“Kami akan menggunakan dorm itu kalau kami memang akan sepenuhnya pindah ke Korea, dan memfokuskan karir kami di Korea. Selain itu, kami juga baru boleh menggunakan dorm itu kalau kami sudah benar-benar dalam jumlah yang sebenarnya, 9 orang.” Sambung Tiffany.

“Kau mendapat sebuah keberuntungan Luhan-ssi.” Sahut Chery, sukses membuat Luhan tersenyum bahagia mendengarnya.

“Tidak akan ku sia-siakan Chery-ssi.” Balasnya.”Tenang saja”

Setelah itu hening, tak ada yang membalas ataupun merespon perkataan terakhir tadi. Pikiran Luhan terfokuskan pada pressconfrence yang ada di layar tv apartemen Taeyeon ini.

“Dan untuk pertanyaan terakhir ini, kedua dari kalian harus menjawabnya.”

“Ku dengar, kalian membuat lagu terbaru kalian secara bersama. Apa yang membuat kalian memilih untuk membuat lagu baru kalian berdua?”

Taeyeon menjawab. “Aku memilih hal itu karna lagu baru kami mengisahkan pengalamanku sendiri.”

Deg

Apa? pengalamannya? Memang apa yang ia alami? Kenapa sampai harus melampiaskan pengalamannya itu dalam lagu terbarunya?

“Kalau aku, karna memang aku merasakan apa yang Taeyeon eonnie rasakan.”

Apa sebenarnya lagu baru mereka itu? Kenapa semuanya di dasari dengan pengalaman dan perasaan Taeyeon?

“Memang apa yang kau alami Taeyeon?” tanya si mc. “Dan, kau merasakan yang di rasakan Taeyeon? apa kau juga pernah mengalaminya?”  pertanyaannya beralih pada Tiffany.

Dengan sigap Tiffany menjawabnya. “Aniyo. Hanya saja mendengar kisahnya benar-benar membuatku merasa seperti aku juga sudah merasakan hal itu.”

“Kisah? Apa itu Tiffany?”

Tiffany tidak menjawab. Sedangkan Taeyeon terus tersenyum tanpa memperdulikan pertanyaan mc acara itu padanya.

“Jadi, apa mungkin itu kisah cintanya?”

Deg

Perkataan Chery tadi benar-benar membuat Luhan membeku di tempatnya.

Apa mungkin?

“Sudahlah, sebaiknya kita bersiap-siap. Karna bagaimanapun, konser itu pasti penuh dengan penggemar Taeyeon dan Tiffany. Jadi, kalau kau masih mau melihat wajah Taeyeon dengan jelas, sebaiknya bersiap-siap dari sekarang” ucapnya seolah-olah mengalihkan pembicaraan.

Dan dengan beberapa gerakan dari Chery. Ruangan yang tadinya mereka tempati untuk menonton pressconference itu pun kembali sepi. tak ada orang lain selain Luhan di sini.

Dan saat ini juga, otakku berusaha mencerna setiap  kata yang tadi di keluarkan oleh mulut Taeyeon.

~~~~~

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s