Only Yes [Chapter 13&14]

Title                 : Only Yes [Chapter 13(A Concert)&Chapter 14(Lost In Love)]

Genre              : Romance, Friendship, Entertaiment, etc.

Length             : Chapter(Series)

Main Cast        :

  • Xi Luhan
  • Kim Hyeri (OC)
  • Lee Hyera (OC)
  • Kim Chery
  • Kim Taeyeon


A Concert

Lelah. Itu lah yang Hyera rasakan sekarang.

Namja itu. Benar-benar ingin membunuhku rupanya, batin Hyera. 

Sudah hampir 3 jam lamanya Baekhyun menyuruh Hyera mengikutinya tanpa arah dan tujuan yang jelas. Bahkan di wajahnya pun tidak memperlihatkan sedikit keseriusan.

“Ayolah Hyera! Kau tau ini belum seberapa. Sebentar lagi kau pasti akan mendapat hadiahnya. Ayolah!”

Hyera mengabaikan kata-katanya tadi. Apa katanya? Hadiah? Apa ia pikir aku sedang berulangtahun hari ini? bodoh sekali namja ini!

“Cepat Hyera-ah!” teriaknya dari arah depan. Ya, tentu saja ia begitu cepat. Baekhyun seorang namja dan Hyera yeoja. Wajar jika Hyera tertinggal di belakangnya.

Kaki Hyera melangkah perlahan mendekatinya. Ini sudah sampai di ujung batas, rasanya ia ingin memutuskan kakinya sendiri kalau ia sudah sampai di rumah nanti.

“Kau tau, aku tidak mempunyai waktu banyak untuk menunggumu. Karna sebentar lagi, konser itu akan dimulai” serunya santai.

“Jadi kau mengajakku pergi hanya untuk menonton sebuah konser?” tanya Hyera kesal. Ia mengangguk sambil terus berjalan menghampiri Hyera. Bagus, kali ini ia membantuku.

“Dua tiket konser idolaku. Dan bagusnya, kita ke bagian di festival

Apa? festival?

“Bisa kau ulangi sekali lagi apa yang baru saja kau katakan?” pinta Hyera gerang.

Ia menarik nafasnya sejenak. “Sudah cepatlah, kau tau bukan untuk mendapat bagian paling depan di festival kita harus datang lebih cepat darilainnya. Lagipula kau-”

“Kau fikir aku tidak lelah?!” bentak Hyera. Kali ini emosinya sudah sampai pada tingkat teratas.

“Aku tau. Tapi, tenanglah. Idolaku pasti bisa menghilangkan rasa lelah kita. Jadi, cepatlah” kata Baekhyun santai seraya menarik tangan Hyera.

Ah, Baekhyun benar-benar menyebalkan. Seharusnya dia bilang kalau dia memang mau menonton konser denganku. kalau seperti inikan, sebelum aku melihat idolanya itu, aku sudah bisa pingsan terlebih dulu.

~~~~~

“Jam berapa konsernya di mulai?” tanya Hyera setelah keduanya sampai di dalam arena konser.

Tempatnya memang sangat luas, jadi wajar saja kalau konser ini menampung puluhan –ah tidak, bahkan ribuan yeoja dan namja yang datang dengan tongkat kecil berwarna pink.

Dan dari situlah, aku mulai berfikir kalau ini konser yeoja.

“Sebentar lagi. Tunggu dan nikmatilah.” Kata Baekhyun sambil terus tersenyum. “Rasa lelahmu akan terbanyar lunas.”

Hyera tersenyum geli mendengarnya. Mana mungkin, lelah yang ia rasakan saat ini terbayar hanya karna menonton idola Baekhyun di konser ini. Itu hal mustahil, mengingat Hyera yang tidak tau siapa idolanya.

Benar saja, tak perlu menunggu lebih lama, lampu yang menerangi arena konser ini pun mati sesaat dan berganti dengan lampu yang lebih berwarna. Meskipun mendapat bagian paling depan di festival ini, Hyera masih harus menyipitkan matanya untuk melihat dengan jelas siapa yeoja yang kini berdiri di tengah-tengah stage.

TaeNy! TaeNy! TaeNy!….” begitulah kira-kira suara yang terdengar di arena konser ini.

Berisik dan Berlebihan, begitulah pendapat Hyera. Semua yang berada di arena ini benar-benar seperti sudah di sihir. Hanya dengan melihat dua yeoja yang sedang berdiri di tengah stage saja sudah membuat mereka semua berteriak-teriak tidak jelas. Ya, walaupun menurut mereka ini hal yang wajar.

Sama seperti yanglainnya, Baekhyun sendiri juga ikut berteriak tidak jelas –berteriak kegirangan mungkin tepatnya, entah apa yang membuatnya menjadi seseorang fanboy yang benar-benar berlebihan seperti itu, yang pasti Hyera merasa terganggu. Ralat, sangat terganggu.

~~~~~

 

(italic=konser)

“SONE!” sapa dua yeoja yang berada di atas panggung.

“TaeNy, TaeNy, TaeNy, TaeNy!” begitulah kira-kira jawaban dari orang-orang yang dipanggilnya sone.

Luhan menganga tidak percaya. Setelah, 3 tahun lamanya, akhirnya sekarang ia bisa bertemu dengan yeoja itu lagi. Dan lagi, yeoja itu berpenampilan sangat cantik dan sexy.

“Apa kalian siap?!?!” seru salah satu yeoja yang berada di atas panggung.

“Ne!” jawab semuanya serempak.

Dalam sekejap, lampu layar panggu itu pun mati.

Satu menit.

Dua menit.

Tiga menit. Tetap tidak ada reaksi.

Empat menit.

Dan…

Suara musik pun terdengar. Sedangkan suasana arena konser itupun meriuh tapi tidak terjadi kekacauan. Semuanya berjalan dengan baik, sampai saatnya seorang yeoja berdiri tepat di tengah stage dengan gaun pinknya. Lampu layar pun terfokuskan padanya, entah apa yang akan terjadi tapi yang pasti yeeoja itu membawa sebuah mic di tangannya.

Di sisi lain, Hyera tampak kebingungan. Ia merasa pernah melihat yeoja yang sedang berdiri di tengah-tengah stage itu. Dan kesadarannya pun bertambah ketika Baekhyun menyorakkan nama yeoja itu.

“Tiffany! Tiffany Hwang!” begitulah kiranya. Ia baru sadar, kalau saat ini ia berada di lingkungan tepat para penggemar sahabatnya, Hyeri.

‘Konser apa sebenarnya ini?’ batin Hyera kesal. Tidak, sangat kesal.

Nan cheoeumiyeotjyo ireon gibun
Da ppaetkyeobeoryeotjyo ontongmaeumeul
Nan eocheojyo nan eocheom chowayo

Dengan sangat tiba-tiba, seorang yeoja lainnya mucul dari arah samping dengan gaun birunya.

Nan eoreumi dwehjyo ape seomyeon
Da mangchyeobeorijyo monnan malman
Nal eocheomyeon paborago saenggakhaesseuljido molla
Waeh ireohke nal mandeunkeojyo

Berbeda dengan Hyera. Di tempat yanglain, Luhan justru sangat menikmati lagu yang di bawakan oleh yeoja di atas panggung itu.

“Kau tau lagu ini?” tanya Chery, ia heran melihat Luhan yang terus saja tersenyum.

Luhan mengangguk, “Love Sick” jawabnya, kemudian kembali menikmati konser.

“Dimana Taeyeon?”

Pandangannya beralih menatap Chery, tapi tetap dengan senyumnya. “Tepat di bagian reff, setelah Tiffany.” Jelasnya.

Naege dollyeojwoyo keudaega mollae humchyeogan nae maeum
Heorakdo eobshi yekodo eobshi deureowah
Waeh heundeureonwah naman aetago ullike hae

Taeyeon melangkahkan kakinya perlahan dari arah kanan. Sekarang kamera yang mengabadikan konser tersebut sepenuhnya mengarah pada Taeyeon.

Maeil gidohaeyo keudaega nareul dorabol keu nal
Han yeojaro parabol sun eomnnayo imi neujeo beorinkeolyo
cheoeumiyeotjyo sarangeuralke dwehnkeolyo

“Taeyeon…” gumam Luhan dan Hyera bersamaan, tapi dengan tempat yang berbeda tentunya.

Nal kamchul su eoptjyo ireon pyojeong
Da deulkyeobeoryeotjyo mongttang nareul
Nan eocheojyo nan eocheom chowayo

Di tempat Hyera…

“Kau mengidolakan mereka?” tanya Hyera pada Baekhyun yang terus menerut tersenyum.

“Tentu saja.” Jawab Baekhyun tegas.

“Siapa favoritmu?

“Mereka bertiga. Tapi, aku lebih menyukai Tiffany” jawab Baekhyun, “Ada apa?”

Hyera menggeleng. Perasaannya benar-benar tidak terkendali, ada perasaan senang, dan ada perasaan kecewa. Entah karna ia mengingat masa lalunya atau karna Luhan, yang pasti ia memerlukan waktu untuk bertemu dengan sahabatnya itu. Taeyeon.

Da hayahke dwehjyo keudael bomyeon
Domangchyeobeorijyo aicheoreom
Nal eocheom byeolnago cham isanghadago saenggakhaesseuljido molla
Waeh ireohke na byeonhankeojyo

“Kau lihat betapa cantiknya Taeyeon sekarang?” goda Chery, meninggalkan senyum sumrigah di wajah Luhan.

“Sejak awal ia memang sudah cantik, Chery-ah.”

Naege dollyeojwoyo keudaega mollae humchyeogan nae maeum
Heorakdo eobshi yekodo eobshi deureowah waeh heundeureonwah
Naman aetago ullike hae

Maeil gidohaeyo keudaega nareul dorabol keu nal
Han yeojaro parabol sun eomnnayo imi neujeo beorinkeolyo
Dheoeumiyeotjyo sarangeuralke dwehnkeolyo

I sarangeun gamgicheoreom arheumyeon nanneunkeonkayo
Tto tashi apeumyeon eotteokhajyo

“Kau tau judul lagu ini?” tanya Hyera lagi pada Baekhyun.

“Tentu saja” Hyera menatapnya. “Love sick”

Dan seketika tubuh Hyera terasa berat. Beban itu kembali menghampirinya. Ia berfikir sejenak, Kenapa Taeyeon memilih menyanyikan lagu ini? Apa ia ingin mengungkapkan perasaannya?

Jebal kajyeogayo keudaega nuneul tteuge han sarang
Nunchido eobshi sori eobshi dagawah waeh heundeureonwah
Naman wonhago apeuge hae

Maeil gidohaeyo keudaega nareurarajul keu nal
Hanbeoncheumeun irwojil sun eomnnayo
Manhi gidaeryeoonkeolyo
Cheoeumiyeotjyo sarangeur alke dwehnkeolyo

“Indah bukan, awal yang bagus dengan akhir yang lebih dari bagus.” Gumam Luhan.

Chery mengangguk setuju. “Terlebih, di akhiri dengan suara indah milik Taeyeon.”

Suara meriah tepuk tangan bergema di arena konser, bukan cuma itu, para penggemar TTS itu juga terus menyorakkan nama ketiga orang tersebut.

Di lanjutkan dengan Intro dari ketiganya, sambutan meriah dari para penggemarnya pun kembali terdengar.

“Apa selanjutnya?” gumam Hyeri perlahan di tempatnya.

Lampu layar pun kembali padam.

Satu menit

Dua menit

Tiga menit

Musik pun terdengar lagi. Berbeda dengan lagu pertama, lagu kedua justru berkesan bersemangat. Bahkan kostum yang digunakan Taeyeon, Tiffany, dan Seohyun pun berbeda. Kali ini mereka menggunakan kostum yang serba biru.

 “Mereka merubah kostumnya…” lirih Chery. “Benar-benar menakjubkan.”

“Bagaimanapun kostumnya, bagaimanapun make upnya, mereka tetap sama. Tetap terlihat cantik.” Seru Luhan menanggapi.

“Kau benar.”

Ketiganya berdiri dengan formasi yang sudah di persiapkan sebelumnya. Bukan dipersiapkan sebenarnya, tapi memang beginilah formasi mereka dalam video clip mereka.

Tiffany yang berada di tengah-tengah Taeyeon dan Seohyun, pun memulai lagu mereka dengan beberapa gerakan pada tangannya. Dan, saat itu juga arena konser itu menjadi ramai kembali dengan sorak-sorakan dari para penggemarnya.

Benar kalau di bilang mereka ikut bernyanyi. Tapi, mungkin lebih ke sebuah yel-yel yang memang sudah biasa mereka teriakkan jika lagu Twinkle itu dinyanyikan.

Sumgyeo do twinkle eojjoena?
Nune hwahk ttwi janha
Beire ssaeyeo isseodo
Naneun twinkle tiga na

“Jadi, kau tau lagu ini?” tanya Hyera pada Baekhyun yang sedaritadi ikut menyorakkan yel-yel lagu itu.

Dan benar saja, Baekhyun menangguk. “Aku tau betul semua tentang lagu mereka. Apalagi twinkle, ini salah satu favoriteku.”

Hyera menatap Baekhyun heran. Kenapa namja di seblahku ini tidak pernah bilang padaku kalau dia seorang fanboy? Terlebih dia mengidolakan teman dari sahabatku.

Ttan saramdeuldo da
Binnaneun nareul chowahae
Keutkkaji kyeonggyehaeya hae
Boseongul humchin neojanha

‘Apa Taeyeon benar-benar seterkenal itu? Sampai-sampai Baekhyun juga ikut mengidolakannya. Apa di dunia ini hanya aku yang tidak mengenal identitas aslinya? Ah’ batin Hyera gemas.

Neul naye kyeoseul jikyeojwo
Nae juwiiman maemdora

Nuneul tteji marajwo
Nae maeryeoge ppajeyo

Sumgyeo do twinkle eojjeona? –Twinkle, twinkle, eojjeona?
Nune hwahk ttwi janha –Ttwi, janha, ttwi janha
Beire ssayeo isseodo
Naneun twinkle tiga na

“Kau tau, terkadang aku berfikir kalau aku berada di posisi Taeyeon, apa aku akan sanggup melakukannya.” Celetuk Chery, asal.

Luhan bingung. “Melakukan apa?”

Chery mengadahkan wajahnya ke depan sambil terus tersenyum. “Bernyanyi dan menari seperti itu.” Jawabnya. “Aku tak yakin aku bisa.”

“Kau dan dia berbeda.” Respon Luhan singkat.

“Dia sangat hebat. Selain suaranya yang menakjubkan itu, ternyata badannya juga sangat lincah dalam menari.” Komentar Chery. “Sempurna”

Luhan mengangguk sambil terus tersenyum. “Teriakkannya pun lebih dari menakjubkan.” Tambah Luhan.

Nan mijiye sekye, shiganeurijeobeorilkeol
Achime nuneul tteobwahdo
Kkumeun gyesoktwel keoya

Nan neoreul wiihae kkumigo
Deo yeppeuge nal banchagillae

Waeh neoman bonja molla
Naye Jinkareul

Sumgyeo do twinkle eojjeona? –Seumgyeo do twinkle eojjeona
Nune hwahk ttwi janha –Nune hwahk ttwi janha
Beire ssayeo isseodo –Ah
Naneun twinkle tiga na –Woo! Oh oh yeah

“Kau dengar teriakan Tiffany tadi?” tanya Baekhyun pada yeoja di sebelahnya. Yang di tanya pun mengangguk.

“Tidak kah itu manis?” Hyera diam tak menanggapinya.

Neomu Taeyeonhae
Neomu Ppeonppeonhae
Bakkeneun nal sowonhaneun juri kkeuchi an boyeo

Maldo andwekeh neon neomu damdamhae nan haneurarae tteoreonjin byeol

Sumgyeo do twinkle eojjeona? –Ha ha ha yeah
Nune hwahk ttwi janha –Nune hwahk ttwi janha
Beire ssayeo isseodo –Beire ssayeo isseodo
Naneun twinkle tiga na –Hey yeah!

Keudaeye tinkle nareul bwah –Keudaeye tinkle nareul bwah, hey!

“Bagaimana? Teriakan Tiffany atau Taeyeon?” ejek Hyera pada Baekhyun.

Eodil bwah? Nareul bwah –Oh, oh nareul bwah
Chikchikhan os sogeseodo –Chikchikhan os sogeseodo
Naneun twinkle taega na –Naneun twinkle taega na

Baekhyun memanyunkan bibirnya. “Tetap Tiffany.” Katanya tegas.

Sumgyeo do twinkle eojjeona? –Nan twinkle eojjeona
Nune hwahk ttwi janha –Nuneul hwahk ttwi janha
Beire ssayeo isseodo –Hey!

“Akui saja, Taeyeon itu lebih dari Tiffany.” Ejek Hyera lagi.

Naneun twinkle tiga na
Woo! T-twinkle al janha

Di tempat Luhan…

“Komposisi yang sempurna bukan?” tanya Luhan dan Chery menangguk.

Keduanya menikmati konser itu.

Setelah Twinkle, ketiganya menyapa para penggemarnya tersebut. Bukan hanya menjawab sapaan dari ketiga yeoja cantik itu, para penggemar juga mengatakan ‘Selamat Jalan’ utuk Seohyun. Ya, karna memang Seohyun masih mempunyai jadwal yang harus ia lakukan. Dan barulah, konser keduanya –Taeyeon dan Tiffany benar-benar dimulai.

Keduanya mengawali malam itu dengan lagu OMG, meskipun tidak ada Seohyun di sana, tapi mereka tetap bernyanyi secara live dan terus menari di depan penggemarnya itu.

~~~~~

 Lost In Love

 Sudah hampir 18 lagu mereka nyanyikan. Dan saat ini, Taeyeon dan Tiffany berada di belakang panggung. Keduanya beristirahat sejenak dan meminum air mereka untuk menyegarkan tubuh mereka kembali.

Lelah? Tentu saja.

Tidak tau darimana datangnya. Yang pasti yeoja itu sekarang sudah berada di dekat pintu masuk belakang panggung. Dengan dua orang namja di sampingnya, yeoja itu sekarang berdiri di sebelah yeoja lainnya. Tapi tak lama, yeoja itu berada tepat di depan yeoja yang sebelumnya berada di sebelahnya.

Yeoja tersebut memandang dua orang yeoja yang sedang duduk sambil meminum air mereka. Menatapnya dengan tatapan tak percaya. Dan berfikiran bahwa sekarang adalah saat yang tepat.

“Bukankah kau Hyeriku?” sapa si yeoja.

30 detik

60 detik

Tetap tidak ada jawaban ataupun tanggapan dari dua yeoja yang sedang duduk tersebut.

“Bukankah kau Hyeriku?”  ulangnya.

Satu dari kedua yeoja yang sedang duduk tersebut membalikkan badannya melihat siapa yang baru saja mengeluarkan suara.

Ia merasa yeoja di hadapannya ini sedang memandangnya dengan tatapan tajam, tapi sayangnya dia tidak mengenal yeoja itu. Dengan segera, ia –Tiffany– menyenggol tangan yeoja di sebelahnya perlahan. Yang merasa di senggol pun memutar tubuhnya perlahan mengikuti arah yeoja yang menyenggolnya.

“Jadi, kau masih mengingatku?” sahut yeoja yang menyapanya tadi.

Sedangkan yeoja yang di tanya hanya menganga tidak percaya dengan apa yang sekarang di lihatnya.

Tidak bisa di percaya. Sungguh. Siapa pun, katakan padaku kalau ini semua bohong. Kurang lebih, seperti itulah bunyi batin Taeyeon saat ini.

“He-Hye-Hye-ra?” tanya Taeyeon terbata. “Hyera?”

“Benar Hyeri.”

Taeyeon tersentak. Lagi-lagi ia mendengar seseorang memanggilnya dengan panggilan itu.

Lagipula, sejak kapan Hyera berada di tengah-tengah konser seperti ini? Bukannya dia membenci konser?

“Ada apa?

Ah, aku baru sadar kalau masih ada Tiffany di sebelahku.

Aniyo.” Dan ia menganggukk mengerti

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Taeyeon. Taeyeon melihat Hyera tersenyum dan berjalan mendekatinya yang masih berdiri di sebelah bangku yang ia duduki tadi.

“Menemuimu.” Jawabnya, “Apa itu salah?”

Taeyeon menggeleng. Itu berarti tidak. Apa benar? Ku rasa aku tidak yakin.

“Dengan siapa kau ke sini?” tanya Taeyeon lagi.

Hyera terdiam. Entah apa yang ia fikirkan. Tapi detik berikutnya tangannya meraih tangan Taeyeon, tubuhnya ia geser sedikit ke kiri dan wajahnya menatap lurus ke arah pintu masuk.

“Dengan mereka.”

Mata Taeyeon mengikuti arah pandangan Hyera. Memang di sanalah tempat masuknya, tapi tak ada seorang pun di sana. Sebenarnya apa yang sedang di fikirkannya?

20 detik

45 detik

1 menit

Masih sama nihil. Tak ada apa pun, dan tak ada siapa pun di sana.

“Cepat keluar. Tidak perlu mengumpat seperti itu” celetuk Hyera yang semakin membuat Taeyeon bingung.

Dan benar saja. Setelahnya, muncul seorang yeoja yang selalu menelfon Taeyeon selama ia berada di Amerika. Ya, itu dia, Kim Chery.

Di belakangnya, Taeyeon melihat dua orang namja. Yang satu, tidak ia kenal. Dan yang satu…

Deg

Itu Luhan.

“Kau baik-baik saja, Taeyeon?” seru Tiffany pelan. Taeyeon mengangguk.

“Taeyeonnie, aku merindukanmu!” suara Chery menyadarkan Luhan dari pemikiran Taeyeon sebelumnya.

“Aku merindukan kalian berdua.” Tanggap Taeyeon santai. “Bagaimana keadaan kalian di Korea?”

Keduanya, Hyera dan Chery saling menatap. Lama, tidak, tidak terlalu lama maksudnya.

“Kabar buruk.” Bisik Chery tepat di telinga Taeyeon.

Sedangkan Hyera menjawab dengan jawaban yang sebaliknya. “Aku baik.”

Sedikit lega mendengarnya. Bahkan, lebih dari lega. Ternyata, orang yang selama ini ia jauhi baik-baik saja tanpa harus memikirkannya lagi.

“Kenapa kau tidak menanyakan kabar Luhan?” bisik Chery lagi. Kali ini Taeyeon terhenyak.

Tanyakan, tidak, tanyakan, tidak, tanyakan, tidak, tanyakan, tidak. Ah!

Taeyeon mengalihkan pandangannya, ia melihat Luhan yang berdiri bersebelahan di samping namja yang tidak ia kenal. Taeyeon terkekeh melihat namja itu, dia lucu. Dan sikapnya benar-benar membuatnya  ingin tertawa. Bayangkan saja, ia memanfaatkan waktu break untuk menjadi seorang fanboy.

“Siapa namja yang kau bawa itu Hyera-ah?” tanya Taeyeon.

Hyera tersenyum kecil melihatnya. “Dia Byun Baekhyun. Temanku, ada apa?”

Taeyeon tak menjawab.

“Hei Byun, apa hanya Tiffany yang kau ajak bicara?” ledek Taeyeon, dan dengan sekejap Baekhyun menundukkan wajahnya. Ah, mungkin ia malu.

Waeyo?” tanya Taeyeon lagi. “Kenapa kau menundukkan wajahmu? Apa ada yang salah dengan perkataanku?”

Dua yeoja yang sangat Taeyeon kenal itu pun tertawa karnanya. Tentu saja, aku tetap Hyeri yang akan membuat mereka bahagia.

“Dia bilang dia mengidolakan Tiffany. Bahkan, dia bilang suaramu kalah hebat dari suara Tiffany.”

Taeyeon terkejut, segitunyakah ia pada Tiffany?

Jinja?” Hyera mengangguk. “Ah, kalau begitu sepertinya aku harus keluar. Aku tidak mungkin mengganggu waktu kalian berdua.” Canda Taeyeon.

“Taeyeon!sergah Tiffany. Bisa mereka lihat kalau namja itu benar-benar mengidolakan Tiffany, bahkan saat ini saja ia sudah salah tingkah.

Luhan yang sedari tadi memperhatikan orang-orang di depannya, hanya bisa membatin menyadari dirinya yang tidak terlalu dipedulikan.

Ternyata ia benar-benar tidak berubah.

Sikapnya masih sama, ia selalu membuat orang-orang di sekitarnya merasa bahagia di sampingnya.

Termaksud diriku.

Luhan tau, Taeyeon masih belum bicara padanya sejak awal mereka bertemu kembali. Tapi, ia rasa ia bisa menanyakan hal ini nanti. Karna memang suasananya tidak sedang bersahabat dengannya.

“Sebaiknya kalian tunggu di sini, aku masih harus melanjutkan konser.” Kata Taeyeon seraya tersenyum pada Hyera dan Chery. Masih tetap mengabaikan Luhan.

“Berapa lama lagi?” tanya Hyera.

“Hanya dua lagu lagi. Dan, mungkin kami akan sedikit mempromosikan lagu baru kami nanti.” Jawab seseorang. Bukan Taeyeon, tapi, Tiffany.

“Lagu baru?” sahut Baekhyun, namja yang Luhan kenal sebagai teman Hyera. “Kalau begitu lebih baik kita ikut menonton.”

Luhan tetap diam, tak mau menambah beban semua yang berada di sini. Terutama, Taeyeon. Ia melihat Taeyeon sibuk dengan merapikan make upnya.

Tidak perlu di dandani saja kau sudah cantik Taeyeon.

Kajja!” gagal, Baekhyun sudah lebih dulu menarik tangan Luhan keluar sebelum sempat mengatakan hal itu.

~~~~~

Keadaan arena konser kembali riuh setelah 10 menit terjadi break. Dan saat ini, keduanya menduduki dua buah kursi yang memang di sediakan.

Luhan, Baekhyun, Chery, dan Hyera kembali ke tempatnya. Kalau awalnya mereka terpisah, sekarang sudah tidak, keduanya menempati tepat paling depan dan berkumpul menjadi satu untuk menikmati lagu yang akan di nyanyikan oleh dua yeoja yang sekarang duduk dengan manisnya di kursi mereka.

Suara musik terdengar diiringi dengan suara Taeyeon.

Dan dalam hitungan detik, Taeyeon mulai menyenandungkan bait-demi-bait lagu yang akan dinyanyikannya.

I will not make the same mistakes that you did
I will not let myself
Cause my heart so much misery
I will not break the way you did,
You fell so hard
I’ve learned the hard way
To never let it get that far

Because of you
I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so I don’t get hurt
Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid

Luhan merasakan sedikit sesak di dadanya. Entah mengapa, menurutnya Taeyeon menyanyikan lagu itu benar-benar menggunakan hatinya.

Cukup lama Taeyeon menanyi, tibalah giliran Tiffany.

I lose my way
And it’s not too long before you point it out
I cannot cry Because I know that’s weakness in your eyes
I’m forced to fake A smile, a laugh everyday of my life
My heart can’t possibly break
When it wasn’t even whole to start with

Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so I don’t get hur
Because of you
I find it hard to trust not only me, but everyone around me
Because of you I am afraid

“Tiffany memang yang terbaik.” Seru Baekhyun.

“Taeyeon lebih dari yang terbaik.” Hardik Hyera.

“Kalian tau, keduanya adalah yang lebih dari yang lebih terbaik.” Sahut Chery menyudahkan pertengkaran kedua orang di sebelahnya.

I watched you die I heard you cry every night in your sleep
I was so young You should have known better than to lean on me

“Tiffany bahkan mendapat bagian menyanyi terbanyak” seru Baekhyun, lagi.

You never thought of anyone else
You just saw your pain
And now I cry in the middle of the night
For the same damn thing

“Apa kau dengar suaranya? Ku rasa kau tidak memliki masalah pada pendengaranmu tuan Byun.”

Because of you I never stray too far from the sidewalk
Because of you I learned to play on the safe side so I don’t get hurt

Te-“

“Keduanya yang terbaik!” celetuk Chery sebelum Baekhyun dan Hyera kembali memulai pertengkaran mereka.

Because of you
I try my hardest just to forget everything
Because of you I don’t know how to let anyone else in
Because of you I’m ashamed of my life because it’s empty
Because of you I am afraid

Luhan tetap tak berkutik, ia masih terus menatap Taeyeon yang terus tersenyum ke arah para penggemarnya.

‘Ku harap ini hanya sebuah lagu. Bukan perasaannya yang sebenarnya’ batin Luhan.

Chery yang berdiri di sebelah Luhan hanya bisa menatap Luhan iba. Mungkin saat ini ia butuh waktu untuk berfikir dengan benar.

“And, the last is our new song!” seru Tiffany.

Dalam sekejap, lampu latar arena konser pun kembali padam. Tapi kali ini berbeda, padamnya lampu latar tidak membuat Taeyeon dan Tiffany mengubah pakaiannya ataupun menyiapkan formasi mereka. Keduanya hanya berpindah ke sebuah papan yang memang sudah di persiapkan.

Untuk yang keterakhir kalinya dalam malam ini, musik pun kembali bersenandung diiringi dengan nyalanya lampu latar arena konser.

Luhan termenung. Otaknya berkerja keras untuk mencerna bait-demi-bait lagu yang akan dinyanyikan oleh dua orang yeoja yang sudah siap di posisi mereka. Karna yang ia tau, yeoja di hadapannya menulis lagu tersebut menurut pengalamannya. Hanya saja, saat ini ada satu pertanyaan terus menyerang otaknya. Pertanyaan yang tak lain adalah pengalaman apa yang dimaksud Taeyeon?

Taeyeon mengangkat micnya. Siap menyampaikan bait pertama lagu baru mereka.

Urin jigeum jeongmallo heeojin geolkka
Anim yaksokhandaero jamsi meoreonjin geolkka
Naneun i jeongdomyeon chungbunhi deon geot gateunde
Wae amureon sosigi eomneun geolka

Luhan kembali terhenyak. Sesaat ia mengira bahwa bait yang baru saja dinyanyikan Taeyeon adalah bukti dari pengalaman cintanya.

Tiffany melanjutkan.

Neoreul saranghae kkeutdo eomneun gidarimirado gwaenchanha
Niga nareul dasi chajeul ttamyeon eonjena
Neorul hyanghae useo jul su inneunde, oh

“Benar.” Gumam Luhan pelan. Menyadari kenyataan yang sedaritadi melayang di otaknya.

Ajikdo badadeuril su eomneun geolka
Niga kkeonaetdeon yaegin ibyeoreul dollyeo malhan geot
Naneun gojigotdaero bada deurigo sipeo
neoneun jigeum mueol hago isseulkka

Neoreum saranghae kkeutdo eomneun gidarimirado gwaenchanha
Niga nareul dasi chajeul ttamyeon eonjena
Neorul hyanghae useo jul su inneunde, oh

“Kau tau, Taeyeon benar-benar menghayatinya.” Ucap Chery perlahan.

“Aku tidak pernah berfikir sejauh ini.” balas Luhan.

Ije jogeumssik na seulpeojigo
Niga tteonan geol silgamhajima
Niga doraomyeon jalhaejugetdan saenggakppun

Luhan tersentak. Jauh di dalam hatinya,  ia merasa bersalah.

Wae ireoke moryeonhageman gulkka
Naege jueojyetdeon sigandeureun
Uri sail jeongnihagi wihal siganil ppun

Seulpuji anha niga nareul chajeun georaneun geu mideumun

“Jadi, ini lagu baru mereka?” tanya Hyera.

Baekhyun mengangguk, jari terlunjuknya terangkat dan mengarah tepat di belakang tempat Taeyeon dan Tiffany berdiri. Dan di sana juga Hyera terkejut.

Terkejut? Jelas.

Di tempat itu –ah, bukan. Layar yang tepat berada di belakang Taeyeon dan Tiffany menujukkan dengan jelas judul lagu baru mereka. Apa? Lost In Love.

Hyera tau betul kalau sahabatnya pernah merasakan hal itu. Tapi, yang tidak Hyera sadari adalah Taeyeon lah yang menulis lagu itu berdasarkan pengalaman pahitnya.

Naui sarangeul deo dandanhage mandeulgo
Naege saranganeun himeul juneun geol

Musik kembali mengalir mengakhiri konser tersebut. Taeyeon dan Tiffany terus tersenyum sampai akhirnya lampu latar arena konser padam dan tidak menampilkan sosok cantik kedua yeoja tersebut.

~~~~~

“Jadi, apa rencana kalian sekarang?” Kim Taeyeon.

Sekarang, yeoja itu tengah berkumpul bersama sahabat-sahabat lamanya di tambah dengan seorang namja yang sekitar 30 menit lalu ia kenal.

“Bagaimana kalau kita merayakannya?” usul Hyera.

Tepat sebelum Taeyeon menanggapinya, Tiffany sudah menjawabnya. “Aku harus segera membereskan apartemen baru-”

“Di mana letaknya?” potong Baekhyun, antusias.

Sedangkan yanglainnya tertawa menanggapi sikap kekanak-kanakan Baekhyun.

Tiffany tersenyum geli dan menjawabnya, “5 langkah ke kanan dari apartemen Taeyeon.”

Baekhyun mengangguk senang mengetahui Tiffany yang memberitahunya tempat tinggalnya.

“Jadi, kau akan tinggal di apartemenmu lagi?” tanya Chery mengalihkan topik Baekhyun. Dan, Taeyeon pun mengangguk.

“Kalau begitu, biarkan kami membantumu membereskan barang-barangmu. Eotte?” pinta Chery.

Taeyeon menatap Chery bingung. Ia tak mengerti dengan jalan pemikiran Chery. Bukankah ini sudah malam? Apa tidak apa kalau ia membantuku malam-malam seperti ini?

“Tidak perlu berfikir terlalu lama.” celetuk Hyera. “Cukup bilang iya, dan ayo kita berangkat.” Sambungnya seraya menarik tangan Taeyeon.

~~~~~

TBC

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s