Only Yes [Chapter 23]

Title                 : Only Yes [Chapter 23(Seoul)]

Genre              : Romance, Friendship, Entertaiment, etc.

Length             : Chapter(Series)

Main Cast        :

  • Xi Luhan
  • Kim Taeyeon
  • Lee Hyera
  • Kim Chery

 

SEOUL

3 Bulan Kemudian…

Tampak segerombolam yeoja dan namja berdiri tepat di depan pintu masuk Incheon Airport. Mereka semua –sone– sedang menunggu idola mereka keluar dari bandara. Menurut rumor yang beredar, ke sembilan yeoja cantik dan sudah mendunia itu akan tinggal menetap di dorm baru mereka di Korea. Dan mungkin, Taeyeon juga akan jarang kembali ke Amerika.

Pintu bandara terbuka, teriakan histeris pun mulai menggema di Incheon Airport.

Jessica memulai pertunjukan tersebut dengan menunjukkan rupanya di depan para penggemarnya. Julukannya adalah ice princess, jadi wajar saja kalau ia bersikap sedikit dingin dengan para penggemarnya.

Di lanjutkan dengan member termuda, Seohyun. Ia keluar dari pintu tersebut dengan senyum sumrigah di hadapannya. Memang tidak sempat menyapa, tapi setidaknya Seohyun melambaikan tangannya untuk para penggemarnya.

Begitu pula dengan Yuri, Hyoyeon, dan Sunny, ketiganya melakukan hal yang sama seperti Seohyun. Keluar dari dalam bandaradengan senyum sumrigah dn melambaikan tangannya pafa para penggemarnya.

Dan semuanya berubah ketika Taeyeon melangkahkan kakinya keluar dari dalam Incheon Airport. Teriakan histeris memang masih terdengar, hanya saja reaksi Taeyeonlah yang berbeda.

Taeyeon terlihat seperti orang yang kehilangan sesuatu, dan pada saat itu ia sedang mencari-cari sesuatu. Ia memang tidak mencari benda itu di dalam tasnya, melainkan terus melirik ke segala arah.

Disusul dengan Tiffany. Tiffany pun menyenggol Taeyeon yang tampak sedang mencari sesuatu di tempatnya.

“Apa yang kau lihat?” Taeyeon mengalihkan perhatiannya pada Tiffany. Tanpa ia sadari, saat ini tinggal keduanya yang belum beranjak dari tempatnya.

“Mencari setengah hatimu kah?” goda Tiffany. Taeyeon tersenyum dan detik kemudian ia menarik tangan Tiffany untuk segera beranjak dari tempat itu.

~~~~~

“Jadi, jadwal pertama adalah membuat music video untuk comeback kalian.” Jelas seorang yoeja yang bisa dibilang sudah matang.

“Kau,” yeoja itu memandang Taeyeon, “Jangan lupa pembuatan music video lagu Seoul.”

Tanpa sadar Taeyeon menunjuk dirinya sendiri. “Hanya aku?” tanyanya.

Yeoja separuh baya itu menejelaskan, “Kau, Seohyun, Jessica, Sunny, dan Sooyoung. Kau lupa?”

Ah, iya. Mianhae, aku benar-benar tidak ingat.”

Yeoja itu mendengus, “Untung saja kau ingat untuk mengingatkanmu.” Ucapnya.

“Baiklah, ku rasa hanya itu. Jangan lupa besok pagi kalian sudah harus siap. Kalau begitu kalian bisa beristirahat sekarang.” Ujar yeoja paruh baya yang tak lain adalah manager Gils’ Generation.

Tepat setelah manager mereka keluar satu-persatu member pun beranjak memasuki kamar mereka. Sampai tak lama, hanya tinggal Taeyeon, Tiffany, dan Sooyoung yang masih tidak beranjak memasuki kamar mereka.

“Kau tidak ikut pembuatan mv besok, Fany-ah?” tanya Taeyeon.

Tiffany menggeleng dan Sooyoung pun menatapnya penasaran, meminta penjelasan lebih lanjut.

“Entahlah, mungkin karna memang yang dibutuhkan kalian…” Tiffany menghela nafasnya, “Lagipula aku sudah punya kesibukan sendiri besok.”

Taeyeon dan Sooyoung menggangguk mengerti, dan beberapa menit kemudian pun Sooyoung beranjak memasuki kamarnya.

Hanya tinggal mereka berdua, Tiffany dan Taeyeon. Taeyeon sibuk dengan pikirannya dan Tiffany sibuk dengan iPad-nya.

“Kau tidak merindukan apartemenmu?” tanya Tiffany, memecah keheningan antara keduanya.

Taeyeon menggeleng dan berkata, “Aku tidak tau. Kau sendir tidak merindukan apartemenmu?”

“Tidak,” jawab Tiffany yakin. “Itu kan hanya apartemenku sementara.”

Taeyeon bangkit dari duduknya dan beranjak memasuki kamarnya. Langkahnya terhenti ketika mengingat satu hal, ia pun menoleh pada Tiffany.

“Bagaimana dengan…” Taeyeon menggantung perkataannya, membuat Tiffany memandangnya penasaran dengan kata selanjutnya yang akan dikeluarkan oleh Leader-nya tersebut.

Taeyeon mengeluarkan winknya, bermaksud menggoda Tiffany. “Byun Baekhyun,” kata Taeyeon akhirnya.

Tiffany yang sedikit kesal dengar perkataan Taeyeon pun mencoba mengejar Taeyeon dan mencoba meraihnya. Namun, sayangnya hal itu gagal. Taeyeon sudah terlebiuh dahulu memasuki kamarnya dan mengunci rapat-rapat pintu kamarnya.

“Temukan saja Luhanmu, Taeyeon-ah!!” teriak Tiffany dari luar kamar Taeyeon.

~~~~~

Adegan pembuatan video clip sebuah lagu yang berjudul Seoul pun dimulai. Seorang namja yang menyutradarai pembuatan video clip tersebut sudah memberikan penjelasan kepada para bintangnya.

Setiap bintangnya memiliki pasangan masing-masing. Hanya saja di antara mereka ada yang tidak di pertemukan, namun mereka memiliki kesamaan.

Dan di sana, Taeyeon mendapat peran untuk menjadi seorang yeoja yang sedang mengejar seorang namja. Awalnya Taeyeon tidak mengerti dengan maksud perkataan sutradara itu, tapi setelah mendapat penjelasan dari dua namja lawan mainnya, ia pun cukup bisa untuk mengerti perannya.

Lagu yang memang dinyanyikan oleh bintang-bintang video clip itu mengisahkan tentang kehidupan orang-orang Seoul, mengenai berbagai kesibukan orang-orang Seoul, tapi semuanya tidak mencegah mereka –warga Seoul– untuk melupakan yang namanya cinta.

Cinta.

Mengingat cinta, membuat Taeyeon harus mengingat cintanya yang ia tinggalkan 3 bulan yang lalu. Taeyeon tersenyum mengingat kejadian diaman ia merutuki dirinya sendiri yang menyatakan perasaannya dengan sangat tiba-tiba.

“Kau tersenyum? Sudah mengerti dengan peranmu?” seorang namja yang merupakan seniornya menghampirinya seraya duduk di sebelahnya.

Taeyeon tersenyum dan berkata, “Sejauh ini semuanya bisa ku pahami. Semoga, tidak ada adegan yang mempersulit video clip nanti.”

Namja itu tersenyum. “Memang yang seperti itulah yang kita semua harapkan.”

Ah iya, kau sudah dengar kalau junior kita akan datang kemari?”

Taeyeon menatap namja dihadapannya. Ia tau hal ini, tapi ia benar-benar tidak ingin memikirkannya. Tapi, berhubung seniornya yang menanyakan hal ini, mau tidak mau ia harus merubah reaksinya.

Jinja? Nugu? Kenapa aku baru tau?” katanya berbohong.

“Kau tidak tau?” Taeyeon menggeleng, “Tunggu saja na-”

“Ayo kita mulai!” teriakan suara namja paruh baya menggema diruang pembuatan video clip tersebut. Taeyeon dan namja yang tadi dijadikan teman bicaranya pun segera bangkit dan beranjak mendekati tempat pembuatan video clip, mereka mendapat bagian pertama.

~~~~~

“Anyeong!”

“Anyeong”

“Anyeonghaseyo…”

Sebuah ruangan yang cukup luas, mendapati 12 namja yang baru saja masuk ke dalam ruangan tersebut. Ke 12 namja tersebut, diantaranya memakai kupluk dan kacamata, bahkan ada yang memakai masker sebagai alat penyamaran.

Seohyun, Sooyoung, Sunny, dan Jessica yang sedang asik mengobrol di sebuah meja kecil pun mengalihkan perhatiannya pada 12 namja yang baru saja datang. Mereka semua tau, kalau namja yang datang adalah junior mereka yang belum lama ini melakukan debutnya.

Satu persatu dari 12 namja itu memperkenalkan dirinya pada beberapa yeoja dan namja yang merupakan senior mereka. Ke-empat member Girls’ Generation baru saja menyelesaikan shooting pembuatan video clip mereka, hanya tersisa Taeyeon dan salah satu member Super Junior yang masih mengambil rekaman video mereka.

Tak lama, Taeyeon keluar berdampingan dengan seorang namja bertubuh kekar di sampingnya. Dan seketika matanya terbelalak, senyum sumrigah muncul di wajahnya. Begitu pula dengan namja di sebelahnya, meskipun tidak tau penyebabnya apa.

Penyebab Taeyeon tersenyum seperti itu hanya satu dan hanya seorang namja yang bisa membuatnya tersenyum lebar seperti tadi. Dan namja itu kini berada tepat di hadapannya, dengan jaket abu-abu dan sebuah topi kupluk di kepalanya, membuat Taeyeon semakin ternyum bahagia.

Beberapa menit setelahnya, ia tertawa kecil. Seorang namja yang kemarin malam ia gunakan untuk meledek Tiffany berada tepat di belakang seorang namja tinggi yang tadi memperkenalkan dirinya sebagai Chanyeol, Park Chanyeol.

Kalau Tiffany tau hal ini, ia pasti senang batin Taeyeon.

~~~~~

Proses pembuatan mv pun selesai. Taeyeon melangkahkan kakinya keluar dari tempat pembuatan mv menuju dorm nya. Tapi belum sempat ia keluar dari ruangan tersebut, tangannya sudah terlebih dahulu di raih oleh seseorang di belakangnya.

Orang itu namja, ia membawa Taeyeon menuju suatu tempat. Keduanya pun melangkah dengan cepat. Luhan membawa Taeyeon ke sebuah tempat yang tidak jauh dari tempat mereka bertemu terakhir kalinya, sebuah taman yang sangat sepi, bahkan tidak ada orang di sini.

Luhan melepas genggamannya, keduanya memandang lurus ke depan. Tak ada yang berniat membuka suara, hanya ada suara helaan nafas dan suara kicauan burung di sekitar mereka.

Luhan mendekati Taeyeon. Ia meraih tangan Taeyoen dan menuntunnya menuju sebuh bangku yang berada di tengah taman tersebut. Taeyeon duduk tepat di sebelah Luhan, jarak di antara keduanya hanya bersiar sekitar 5centi.

Luhan berdehem memecah keheningan. Taeyeon pun mengalihkan pandangannya pada Luhan. Keduanya tersenyum ketika menyadari mata mereka saling bertemu.

“Jadi, sudah dipastikan akan menetap di Korea ya?” tanya Luhan lembut. Taeyeon menggangguk perlahan dan mengalihkan pandangannya kembali.

“Kau sendiri, sudah dipastikan terkenal?”

Luhan menggeleng, “Belum, mungkin beberapa bulan kedepan atau mungkin beberapa tahun ke depan. Kau tau bukan bagaimana menjalani hidup sebagai seorang training?

Taeyeon tertawa kecil, ia bisa melihat sebuah kebahagian di wajah Luhan.

“Kenapa wajahmu terlihat sangat bahagia?”

“Itu karnamu.”

Iya, aku tau.” Tanggap Taeyeon percaya diri.

Luhan tertawa, ia melihat Taeyeon yang tersenyum membanggakan dirinya.

“Jadi, mulai saat ini, kata iya itu mempunyai teman?”

Taeyeon mengangguk, “Tentu saja, kau tidak lupa bukan?”

“Tidak…” Luhan memperkecil jaraknya dengan Taeyeon.

“Jadi, mulai sekarang kata iya itu adalah dirimu?”

Taeyeon memandang Luhan tidak mengerti.

“Kau yang tadinya memaksakan diri untuk tetap sendiri, seperti yang sering kau katakan ‘hanya iya’. Dan, sekarang kau mempunyai seorang teman?”

Taeyeon mencibir, “Aku memang selalu mempunyai teman. Jelas sekali kalau aku berbeda dengan kata iya.”

“Bukan seperti itu,” Luhan memperjelas. “Maksudku kau mempunyai seseorang yang sangat dekat denganmu, maksudku kau mempunyai aku sekarang yang sebagai namjachingu-mu. Sama bukan seperti kata iya?”

“Siapa yang bilang kau namjachingu-ku?”

“Memang seperti itulah keyataannya. Kau lupa dengan apa yang kau katakan saat itu? apa perlu aku mencontohkannya di sini?”

Taeyeon mendengus kesal sekaligus bahagia. Ini pertamakalinya mereka berbicara mengenai hubungan mereka.

“Mungkin setelah ini hubungan kita akan semakin sulit.”

Taeyeon mengangkat kedua alisnya, “Memang hubungan apa yang kau maksud?”

Luhan mencibir Taeyeon, dan Taeyeon menyadari hal tersebut. Dengan segera Taeyeon menyentuh pipi Luhan, bermaksud menghilangkan cibiran yang keluar dari mulut Luhan.

Bukannya merasa kesal atau sebal, Luhan justru memanfaatkan hal itu untuk menggoda Taeyeon.

“Kenapa menggunakan tangan? Kenapa tidak meninggalkan sebuah kecupan saja di sini?” Luhan menunjuk pipi kanannya yang tadi di sentuh Taeyeon dan ya… yang memang belumn pernah dikecup Taeyeon.

Taeyeon berdecak sebal. Ia tau Luhan sedang berusaha menggodanya.

Melihat Taeyeon yang terus sibuk dengan decakannya membuat Luhan memanfaat kan kesemapatan tersebut untuk mengecup pipi kiri Taeyeon. Luhan berhasil melakukannya, dan Taeyeon juga berhasil mematung dengan tangan kiri menempel di pipinya.

Luhan beranjak bangun dari duduknya dan berdiri membungkuk di hadapan Taeyeon yang masih membeku. Kedua pasang mata itu saling bertemu lagi, Luhan berbisik tepat di hadapan Taeyeon dengan jari telujuk yang ia arahkan pada bibir Taeyeon.

“Wanna get a kiss in here, Taeyeon-noona?”

Taeyeon semakin membeku. Tapi tak lama, ia sadar kalau Luhan memang sedang mempermainkannya. Dengan satu teriakan, Luhan berhasil menjauh dari hadapan Taeyeon.

“Ya! Xi Luhan! Jangan sembarangan bicara! Aku lebih tua daripada kau!”

END

3 responses

  1. Hi, ga sengaja nemu ff ini di google. Dan kebetulan aku lagi suka2nya ama lutae. Sempet sih agak ragu mw baca ff ini, bakalan lutae ato gak. Tapi jadi lanjutin aja. Sempet agak bingung2 sih bacanya gegara namanya yg slh tempat, apalgi wktu hyera hyeri. Kembar bener namanya. Hha.
    Mikir, nanti taengnya perannya gmn dan munculnya apa dan gmna ya..eh ga nyangka hyeri tuh taeng. Keren. Ga bosan bacanya. Udah luhan baik dan sabar bgt disini. Sempat pengen sih, taengnya dibuat cmburu atau luhan ngediamin taeng. Hhha evil reader. Kkkk. Pokoknya salut bgt sama luhan disini. Bener2 nguras emosi deh ini ff. keren.. Mian cman ngomen di part ini. Sori bener. Soalnya ga sabaran buat baca part brikutnya. Dan di end nya bener2 puas. Hhhee… Kerenn… Love this^^ mian aku banyak ngomong. Hhhe🙂

    • hi! thank fr reading!
      senengnya diceramahin hwhw
      maaf kalo belibet ceritanya, trus juga kepanjangan. soalnya yang muncul dimimpi begitu/? jadi aku tinggal nyalurin dalam kata-kata aja/?hwhw
      btw thanks fr reading yaa!<3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s